Ahok Hadapi Tuntutan dari JPU

Ahok Hadapi Tuntutan dari JPU

Pilkada DKI Jakarta putaran kedua telah selesai dilaksanakan, walaupun hasil resmi dari KPU tentang pemenangnya belum diumumkan. Selang sehari setelah pencoblosan, Basuki Tjahaja Purnama kembali masuk ke ruang persidangan. Hal ini berkaitan dengan pidatonya di Kepulauan Seribu yang dianggap telah menghina Surat Al Maidah, Ahok, sapaan Basuki Tjahaja Purnama pun diperkarakan dengan tuduhan penistaan agama. Dalam sidang kali ini, jaksa penuntut umum (JPU) sudah mulai membacakan tuntutan.

 

JPU Bacakan Tuntutan Untuk Ahok

Kamis (20/4) bertempat di Pengadilan Negeri Jakarta Utara di Auditorium Kementerian Pertanian, Ragunan, Jakarta Selatan, jaksa penuntut umum (JPU) akan membacakan tuntutannya kepada Ahok dalam kasus penistaan agama. Selang sehari setelah pencoblosan, Ahok harus kembali merasakan panasnya kursi Judi Online persidangan dan mendengarkan putusan tuntutan yang dibacakan oleh JPU.

 

Dalam tuntutannya, JPU mengganjar Ahok dengan hukuman 1 tahun penjara dengan masa percobaan 2 tahun penjara. Menurut JPU, Ahok dinilai terbukti telah melakukan penistaan agama pada saat melakukan kunjungan kerja ke Kepulauan Seribu, dengan mengutip salah ayat dalam Surat Al Maidah.

 

Ali Murkantono, selaku jaksa yang membacakan tuntutan terhadap Ahok mengatakan bahwa, “Menyatakan terdakwa Ir Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok terbukti bersalah melakukan tindak pidana di muka umum menyatakan pernyataan permusuhan atau kebencian atau penghinaan terhadap satu golongan rakyat Indonesia sebagaimana diatur dalam Pasal 156 KUHP,” dalam sidang yang digelar tadi siang.

 

Menurut Ali yang perlu mendapat perhatian bukan hanya unsur Pasal 156 a huruf a KUHP tapi juga meliputi penjelasan Pasal 4 Undang-undang no. 1 PNPS tahun 1965. Menurut mereka, Ahok terbukti telah membuat resah sebagian golongan karena tindakannya yang menyinggung suatu agama tertentu.

 

Selain itu JPU juga menyimpulkan bahwa Ahok dengan sengaja melakukan pidato tersebut dan mengutip salah satu ayat Surat Al Maidah untuk melakukan penghinaan dan sama sekali tidak ditemukan unsur ketidaksengajaan. Seperti yang dituduhkan, Ahok sengajak menggunakan pidato tersebut untuk menyinggung soal Pilkada DKI.

 

Berjasa bagi Jakarta dan Humanis

Pembacaan tuntutan dalam persidangan kasus penistaan agama yang melibatkan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, seharusnya dilakukan pekan lalu pada saat persidangan Bandar togel sgp tanggal 11 April 2017. Namun sidang itu harus ditunda hingga hari ini.

 

Penundaan tersebut dikarenakan jaksa penuntut umum (JPU), belum menyelesaikan penyusunan tuntutan untuk Ahok. Selain itu, mereka juga memberi kesempatan untuk Pilkada putaran ke dua yang lebih banyak menyita perhatian. Sehingga mereka sepakat untuk menundanya sampai Kamis depan.

 

Dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Utara di Auditorium Kementerian Pertanian, Ragunan, Jakarta Selatan. JPU mengatakan bahwa terdapat hal lain yang meringankan, yaitu sikap yang ditunjukan Ahok selama proses persidangan dinilai sopan dan kooperatif, selain itu mereka juga melihat hasil kerja yang pernah di lakukan Ahok untuk Jakarta terbukti sangat inovatif dan membantu.

 

Dampak dari bacaan tuntutan oleh JPU pada sidang siang tadi nyatanya masih belum bisa menyenangkan beberapa pihak. Beberapa orang dan organisasi yang kontra Ahok merasa bahwa putusan itu dirasa tidak adil. Mereka bahkan berniat untuk melaporkan hal tersebut ke Komisi Kejaksaan. Menurut Alkatiri, Ketua Umum Aliansi Advokat Muslim NKRI, yang juga tim advokasi GNPF, JPU hari ini seperti membacakan pleidoi ketimbang tuntutan.